Wednesday, October 9, 2024

Discussion Forum 4

 Topik Minggu ini;
Methodologi Penelitian dan Statistik Penelitian
Pelajari paper yang ada di G-Drive dan buatlah
1. Resume dari hasil penelitian
2. Apa Judul/topik penelitiannya
3. Apa masalah atau gap penelitiannya
4. Berapa banyak tinjauan pustaka yang digunakan?
5. Metodologi penelitiannya bersifat kualitatif atau kuantitatif.  Tehnik analisa yang digunaka apa? 
6. Bagaimana metode samplingnya dan berapa banyak sample yang diambil
7. Tuliskan hipotesa yang digunakan
8. Bagaimana hasil penelitiannya?
9. Apa kesimpulan dan saran yang di sampaikan?


14 comments:

  1. ARYA DWI AY 1121210084
    1. Resume penelitian:
    Penelitian ini mengkaji efektivitas bauran komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran. Fokusnya adalah menganalisis bentuk dan efektivitas bauran komunikasi pemasaran dalam aspek kognitif, afektif, dan konatif, serta hubungan antara karakteristik pengunjung dan efektivitas komunikasi pemasaran.

    2. Judul/Topik Penelitian:
    "Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat".

    3. Masalah atau Gap Penelitian:
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami efektivitas bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Taman Wisata Alam Pananjung, mengingat adanya fluktuasi jumlah pengunjung. Gap yang ditemukan adalah seberapa efektif komunikasi pemasaran menarik minat pengunjung dan bagaimana pengaruh karakteristik pengunjung terhadap efektivitas komunikasi tersebut.

    4. Jumlah Tinjauan Pustaka:
    Penelitian ini mengacu pada berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, dan penelitian terkait. Sayangnya, jumlah pastinya tidak disebutkan secara eksplisit dalam dokumen.

    5. Metodologi Penelitian:
    Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel.

    6. Metode Sampling:
    Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 40 orang, yang terdiri dari pengunjung Taman Wisata Alam Pananjung.

    7. Hipotesis Penelitian:
    Hipotesis yang diuji adalah "Diduga terdapat hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterdedahan bauran komunikasi pemasaran terhadap efektivitas bauran komunikasi pemasaran".

    8. Hasil Penelitian:
    Hasil menunjukkan bahwa karakteristik usia dan tingkat pendapatan pengunjung memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran, khususnya pada aspek afektif dan konatif. Namun, tidak ada hubungan signifikan pada aspek kognitif. Selain itu, word of mouth (WOM) terbukti sebagai media pemasaran yang paling efektif.

    9. Kesimpulan dan Saran:
    Kesimpulannya, bauran komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung sudah cukup efektif, namun disarankan untuk meningkatkan pemanfaatan media sosial dan bentuk komunikasi pemasaran lainnya agar menjangkau lebih banyak khalayak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 4.Jumlah Tinjauan Pustaka: 16 tinjauan pustaka

      Delete
    2. 1. Resume Hasil Penelitian
      Penelitian ini menganalisis efektivitas komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung. Hasilnya menunjukkan bahwa usia dan pendapatan pengunjung mempengaruhi efektivitas pemasaran, terutama dalam aspek emosi dan tindakan. Sebagian besar pengunjung mengetahui wisata ini dari rekomendasi pribadi, sementara media sosial dan iklan belum optimal.

      2. Judul/Topik Penelitian
      "Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran, Jawa Barat."

      3. Masalah atau Gap Penelitian
      Masalah utama adalah fluktuasi jumlah pengunjung yang diduga karena komunikasi pemasaran yang kurang efektif, terutama pada media formal seperti iklan dan media sosial.

      4. Jumlah Tinjauan Pustaka
      Sekitar 12-15 sumber literatur digunakan, meliputi teori pemasaran dan ekowisata.

      5. Metodologi Penelitian
      Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasi Rank Spearman dan Chi-Square, serta didukung data kualitatif.

      6. Metode Sampling dan Jumlah Sampel
      Menggunakan purposive sampling dengan sampel 40 responden.

      7. Hipotesis
      Ada hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterpaparan komunikasi pemasaran dengan efektivitas pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif.

      8. Hasil Penelitian
      Ada hubungan signifikan antara usia dan pendapatan pengunjung dengan efektivitas pemasaran, terutama dalam aspek afektif dan konatif. Word of mouth menjadi media pemasaran paling efektif.

      9. Kesimpulan dan Saran
      Komunikasi pemasaran cukup efektif pada aspek emosi dan tindakan, tapi lemah dalam meningkatkan pengetahuan. Pengelola disarankan meningkatkan penggunaan media sosial dan iklan untuk memperluas jangkauan informasi.

      Delete
  2. 9.Kesimpulan dan Saran dari Penelitian:

    Kesimpulan:

    1. Bentuk bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Taman Wisata Alam Pananjung meliputi iklan (brosur, banner), pemasaran langsung (media sosial seperti Facebook, Instagram, website), serta pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth).
    2. Mayoritas pengunjung mendapatkan informasi melalui word of mouth (97,5%), yang menjadi media paling efektif.
    3. Efektivitas bauran komunikasi pemasaran sudah cukup baik, terlihat dari aspek kognitif (pengetahuan pengunjung), afektif (rasa suka terhadap objek wisata), dan konatif (tindakan nyata, seperti berkunjung dan merekomendasikan tempat wisata).
    4. Hubungan signifikan ditemukan antara usia pengunjung dengan aspek afektif, serta tingkat pendapatan dengan aspek afektif dan konatif. Pengunjung yang lebih muda cenderung memiliki minat yang lebih tinggi terhadap kegiatan wisata, dan pengunjung dengan pendapatan lebih tinggi cenderung lebih terlibat dalam aktivitas wisata

    Saran:

    1. Peningkatan penggunaan media komunikasi selain word of mouth, seperti membuat media sosial yang lebih menarik dengan foto, video, dan pesan yang jelas, untuk menarik lebih banyak pengunjung.
    2. Media sosial, terutama Instagram, perlu dikelola dengan lebih baik untuk menjangkau khalayak lebih luas. Menjadi media partner acara-acara tertentu juga dapat meningkatkan popularitas Taman Wisata.
    3. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melibatkan responden di luar pengunjung langsung Taman Wisata Alam Pananjung untuk hasil yang lebih beragam

    ReplyDelete
  3. Felik sanggam 1121210214

    1. Ringkasan Hasil Penelitian:
    Penelitian ini meneliti efektivitas bauran komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran, Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk menilai sejauh mana komunikasi pemasaran berpengaruh pada aspek kognitif, afektif, dan konatif pengunjung, serta mengkaji hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterpaparan terhadap bauran komunikasi dengan efektivitasnya. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar pengunjung mengetahui informasi melalui promosi dari mulut ke mulut (WOM). Aspek afektif dan konatif menunjukkan hasil yang tinggi, sedangkan aspek kognitif berada di tingkat sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan pendapatan dengan efektivitas bauran komunikasi.

    2. Judul atau Topik Penelitian:
    Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

    3. Masalah atau Celah Penelitian:
    Celah yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah kurangnya informasi mengenai efektivitas bauran komunikasi pemasaran yang diterapkan di Taman Wisata Alam Pananjung untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Selain itu, terdapat permasalahan terkait fluktuasi jumlah pengunjung yang perlu diselesaikan.

    4. Jumlah Tinjauan Pustaka yang Digunakan:
    Penelitian ini mengacu pada 16 referensi dan sejumlah literatur termasuk buku, jurnal ilmiah, dan sumber daring lainnya. Beberapa referensi yang digunakan berasal dari penulis seperti Damanik, Weber, Kotler, dan Keller.

    5. Metodologi Penelitian dan Teknik Analisis:
    Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Teknik analisis yang diterapkan adalah statistik deskriptif, menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan uji korelasi Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antar variabel.

    6. Metode Pengambilan Sampel dan Jumlah Sampel:
    Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang terdiri dari pengunjung Taman Wisata Alam Pananjung.

    7. Hipotesis Penelitian:
    Penelitian ini berhipotesis bahwa terdapat hubungan antara karakteristik pengunjung serta keterpaparan terhadap bauran komunikasi pemasaran dengan efektivitas bauran komunikasi, yang diukur dari aspek kognitif, afektif, dan konatif.

    8. Hasil Penelitian:
    Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung memperoleh informasi tentang Taman Wisata melalui WOM. Efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek afektif dan konatif berada dalam kategori tinggi, sedangkan aspek kognitif pada tingkat sedang. Hubungan signifikan ditemukan antara usia dan aspek afektif, serta antara pendapatan dengan aspek afektif dan konatif.

    9. Kesimpulan dan Rekomendasi:
    Penelitian menyimpulkan bahwa bauran komunikasi pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung telah efektif dalam menarik pengunjung, khususnya melalui WOM. Rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan penggunaan media sosial dan memperluas strategi komunikasi pemasaran untuk menjangkau lebih banyak calon pengunjung serta memperkuat efektivitas di aspek kognitif.

    ReplyDelete
  4. Rafi Ramadhan 1121210136

    1. Penelitian ini menganalisis efektivitas bauran komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung untuk menarik pengunjung. Ditemukan bahwa strategi komunikasi yang digunakan memiliki pengaruh terhadap minat dan jumlah pengunjung, serta pentingnya peningkatan kesadaran akan pelestarian lingkungan.

    2. EFEKTIVITAS BAURAN KOMUNIKASI PEMASARANTAMAN WISATA ALAM PANANJUNG, KECAMATAN
    PANGANDARAN, KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT

    3. Penelitian ini mengidentifikasi kekurangan dalam komunikasi pemasaran yang mungkin mempengaruhi fluktuasi jumlah pengunjung, serta kurangnya kajian mendalam tentang efektivitas bauran komunikasi yang diterapkan.

    4. Penelitian ini mengacu pada beberapa sumber literatur dan berjumlah 16 tinjauan pustaka

    5. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan mencakup analisis statistik untuk mengukur efektivitas komunikasi pemasaran.

    6. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sebanyak 40 orang

    7. Hipotesis mengandung asumsi bahwa ada hubungan positif antara efektivitas bauran komunikasi pemasaran dan minat pengunjung di Taman Wisata Alam Pananjung.

    8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran komunikasi pemasaran yang efektif dapat meningkatkan jumlah pengunjung, dengan aspek kognitif, afektif, dan konatif yang saling berkaitan.

    9. Bauran komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung meliputi iklan melalui brosur, banner, dan media sosial, dengan word of mouth (WOM) sebagai sumber informasi utama yang paling efektif. Meskipun frekuensi penerimaan pesan pengunjung rendah, pemahaman informasi berada pada tingkat sedang. Efektivitas komunikasi di aspek kognitif, afektif, dan konatif tergolong baik, tetapi hubungan signifikan hanya terdeteksi antara karakteristik usia dan pendapatan dengan aspek afektif.
    Untuk meningkatkan efektivitas, pihak pengelola perlu memperkuat media komunikasi pemasaran lainnya dan menyusun pesan yang lebih menarik. Pemasaran melalui media sosial, terutama Instagram, harus dioptimalkan dengan konten menarik. Selain itu, disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan responden dari luar kawasan Taman Wisata Alam Pananjung untuk mendapatkan data yang lebih beragam

    ReplyDelete
  5. 1.resume penelitian:
    Penelitian ini meneliti efektivitas bauran komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung dengan fokus pada dampaknya terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pengunjung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan didukung data kualitatif dari 40 responden. Hasilnya menunjukkan promosi dari mulut ke mulut paling efektif, sementara media sosial dan iklan perlu diperbaiki. Pengunjung umumnya memahami obyek wisata, menyukai aktivitasnya, dan tertarik berkunjung kembali. Penelitian menyarankan peningkatan komunikasi melalui media sosial untuk menjangkau lebih banyak pengunjung.

    2. Apa Judul/topik penelitiannya?
    - Judul penelitiannya adalah *Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat

    3. Apa masalah atau gap penelitiannya?
    - Masalah penelitiannya adalah menurunnya jumlah pengunjung di Taman Wisata Alam Pananjung dan perlunya meningkatkan efektivitas bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh pengelola agar lebih efektif dalam menarik minat pengunjung

    4. Berapa banyak tinjauan pustaka yang digunakan?
    - berdasarkan file tersebuat kurang lebih memiliki sekitar 16 pustaka di dalamnya yang merujuk pada beberapa referensi seperti buku, jurnal penelitian, skripsi, serta sumber dari internet. Dalam teks yang disediakan, tidak disebutkan secara langsung jumlah literatur yang digunakan, tetapi terlihat bahwa beberapa referensi penting digunakan

    5. Metodologi penelitiannya bersifat kualitatif atau kuantitatif? Teknik analisa yang digunakan apa?
    - Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji korelasi Rank Spearman dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel

    6. Bagaimana metode samplingnya dan berapa banyak sampel yang diambil?
    - Penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan sampel sebanyak 40 responden yang merupakan wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Alam Pananjung

    7. Tuliskan hipotesis yang digunakan.
    - Hipotesis yang digunakan adalah diduga terdapat hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterdedahan bauran komunikasi pemasaran terhadap efektivitas bauran komunikasi pemasaran

    8. Bagaimana hasil penelitiannya?
    - Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia pengunjung dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek afektif, serta antara tingkat pendapatan dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek afektif dan konatif. Efektivitas komunikasi pemasaran secara umum cukup efektif, terutama pada aspek afektif dan konatif

    9. Apa kesimpulan dan saran yang disampaikan?
    - Kesimpulan:
    1. Bentuk bauran komunikasi pemasaran yang paling efektif adalah melalui word of mouth.
    2. Efektivitas bauran komunikasi pemasaran sudah baik, terutama pada aspek afektif dan konatif.
    3. Terdapat hubungan signifikan antara usia dan pendapatan dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran.

    - Saran:
    1. Pengelola perlu meningkatkan media komunikasi pemasaran lainnya selain word of mouth.
    2. Media sosial seperti Instagram perlu lebih ditingkatkan penggunaannya.
    3. Penelitian lebih lanjut sebaiknya melibatkan responden dari luar kawasan

    ReplyDelete
  6. Muhammad Anis 1121210135October 9, 2024 at 3:28 PM

    1. Keberhasilan ekowisata di suatu daerah sangat bergantung pada seberapa besar dan
    gencarnya kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan
    pihak-pihak terkait. Komunikasi pemasaran yang efektif adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk bauran komunikasi pemasaran, menganalisis efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif, menganalisis hubungan antara karakteristik pengunjung dan
    keterdedahan bauran komunikasi pemasaran dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pengunjung usia dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran aspek afektif dan karakteristik pengunjung pada tingkat pendapatan dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran aspek afektif
    dan konatif.

    2. Judul Penelitian:
    "Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat".

    3. Masalah atau Gap Penelitian:
    Penelitian ini mengidentifikasi adanya fluktuasi jumlah pengunjung di Taman Wisata Alam Pananjung dan masalah dalam efektivitas komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas bauran komunikasi pemasaran dan bagaimana keterdedahan pesan serta karakteristik pengunjung berhubungan dengan efektivitas pemasaran tersebut.

    4. Jumlah Tinjauan Pustaka:
    Tinjauan pustaka meliputi berbagai literatur terkait dengan ekowisata, komunikasi pemasaran, dan bauran komunikasi pemasaran, dengan referensi dari jurnal, buku, dan sumber daring. Jumlah spesifik pustaka tidak dicantumkan dalam ringkasan.

    5. Metodologi:
    Penelitian ini bersifat kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengunjung, dan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan. Analisis data kuantitatif menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Chi-Square.

    6.Metode Sampling dan Jumlah Sampel:
    Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden, yang terdiri dari pengunjung Taman Wisata Alam Pananjung.

    7. Hipotesis:
    Diduga terdapat hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterdedahan bauran komunikasi pemasaran terhadap efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif.

    8. Hasil Penelitian:
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif dan afektif tergolong tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan pendapatan pengunjung dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek afektif dan konatif. Mayoritas pengunjung mendapatkan informasi dari word of mouth, yang dianggap sebagai media paling efektif.

    9. Kesimpulan dan Saran:
    Kesimpulan: Bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan Taman Wisata Alam Pananjung cukup efektif, terutama dari aspek afektif dan konatif. Media pemasaran paling efektif adalah word of mouth.

    Saran: Pengelola disarankan untuk meningkatkan penggunaan media sosial dan melakukan komunikasi pemasaran secara lebih rutin untuk menjangkau lebih banyak calon pengunjung. Pesan-pesan pemasaran perlu disusun lebih menarik dan informatif agar meningkatkan pengetahuan dan ketertarikan pengunjung.

    ReplyDelete
  7. Salma Amalia (1121210113)
    Berikut adalah jawaban lebih spesifik berdasarkan penelitian yang diunggah:

    1. Resume dari hasil penelitian:
    Penelitian ini meneliti efektivitas bauran komunikasi pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran yang dilakukan berpengaruh pada aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan), dan konatif (tindakan) pengunjung. Faktor seperti usia dan pendapatan pengunjung memiliki korelasi dengan efektivitas komunikasi pemasaran, terutama pada aspek afektif dan konatif. Word of mouth adalah alat pemasaran yang paling efektif.
    2. Judul/Topik penelitian:
    Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran, Jawa Barat.
    3. Masalah atau gap penelitiannya:
    Masalah utama penelitian ini adalah fluktuasi jumlah pengunjung di Taman Wisata Alam Pananjung yang disebabkan oleh efektivitas komunikasi pemasaran yang belum optimal. Penelitian ini mengkaji apakah strategi komunikasi yang dilakukan oleh pengelola sudah efektif dalam menarik pengunjung dari berbagai latar belakang karakteristik .
    4. Berapa banyak tinjauan pustaka yang digunakan:
    Tinjauan pustaka mencakup berbagai sumber, termasuk buku, jurnal penelitian, dan artikel terkait dengan ekowisata dan bauran komunikasi pemasaran. Peneliti merujuk pada karya-karya dari penulis seperti Kotler dan Keller, Tjiptono, dan beberapa lainnya .
    5. Metodologi penelitiannya bersifat kualitatif atau kuantitatif. Teknik analisa yang digunakan:
    Penelitian ini bersifat kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Teknik analisa yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel karakteristik pengunjung dan efektivitas bauran komunikasi pemasaran .
    6. Metode sampling dan jumlah sampel:
    Penelitian menggunakan metode purposive sampling, dengan 40 responden yang terdiri dari pengunjung Taman Wisata Alam Pananjung. Sampel diambil berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian .
    7. Hipotesa yang digunakan:
    Hipotesis yang diuji adalah bahwa terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pengunjung (seperti usia, pendapatan) dan keterdedahan terhadap bauran komunikasi pemasaran dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif .
    8. Hasil penelitian:
    Hasil menunjukkan bahwa usia pengunjung memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek afektif (perasaan). Selain itu, pendapatan pengunjung juga memiliki korelasi dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek afektif dan konatif (tindakan). Pengunjung dengan pendapatan lebih tinggi cenderung lebih merespon secara positif kegiatan komunikasi pemasaran .
    9. Kesimpulan dan saran yang disampaikan:
    Kesimpulannya, word of mouth adalah alat komunikasi pemasaran yang paling efektif di Taman Wisata Alam Pananjung. Namun, media lain seperti brosur, banner, dan media sosial perlu diperkuat. Disarankan agar pengelola meningkatkan frekuensi dan kualitas komunikasi pemasaran melalui media sosial dan kampanye yang lebih menarik untuk menjangkau lebih banyak calon pengunjung .

    ReplyDelete
  8. Najla (1121210115)

    1. Resume dari hasil penelitian : Bentuk bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Taman Wisata Alam Pananjung yaitu iklan medianya berupa brosur dan banner. Pemasaran langsung medianya berupa facebook, instagram, dan website. Selain itu, pemasaran dari mulut ke mulut berupa informasi atau ajakan langsung yang diungkapkan dari satu orang ke orang lainnya.Mayoritas pengunjung mendapatkan informasi mengenai Taman Wisata Alam Pananjung adalah dari media komunikasi pemasaran word of mouth (WOM). Media WOM ini menjadi media yang paling efektif dalam menjangkau khalayak dibandingkan dengan media lainnya. Frekuensi penerimaan pesan pengunjung rendah karena pengunjung masih jarang dalam mengakses informasi mengenai Taman Wisata Alam Pananjung, namun penerimaan informasi pengunjung sedang karena walaupun jarang mengakes informasi tetapi informasi yang didapatkan cukup dipahami oleh.Efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif sudah cukup efektif karena berada pada kategori sedang dan tinggi. Artinya pengunjung sudah menunjukan pengetahuan, rasa suka, dan tindakan nyata mereka terhadap Taman Wisata Alam Pananjung.Hubungan yang signifikan hanya terdapat pada karakteristik pengunjung variabel usia dengan aspek afektif dan tingkat pendapatan dengan aspek afektif dan konatif. Hubungan antara keterdedahan bauran komunikasi pemasaran seperti frekuensi penerimaan pesan dan penerimaan informasi dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran aspek kognitif, afektif, dan konatif tidak terdapat hubungan yang signifikan.
    2. Judul : EFEKTIVITAS BAURAN KOMUNIKASI PEMASARAN TAMAN WISATA ALAM PANANJUNG, KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT
    3. Masalah atau gap penelitiannya: Terdapat peningkatan dan penurunan jumlah pengunjung di Taman Wisata Alam Pananjung, dan salah satu faktor yang menyebabkan fenomena tersebut adalah efektivitas pesan dari bauran komunikasi pemasaran yang belum maksimal.
    4. Berapa banyak tinjauan pustaka yang digunakan: beberapa referensi yang digunakan dalam tinjauan pustaka, meliputi buku, jurnal penelitian, skripsi, dan sumber-sumber lain yang terkait dengan topik ekowisata dan komunikasi pemasaran .
    5. Metodologi penelitiannya bersifat kualitatif atau kuantitatif : Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang didukung data kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel .
    6. Metode sampling dan jumlah sampel:Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan 40 responden yang merupakan pengunjung Taman Wisata Alam Pananjung .
    7. Hipotesa yang digunakan:Hipotesisnya adalah diduga terdapat hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterdedahan terhadap bauran komunikasi pemasaran dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif .
    8. Hasil penelitian:Terdapat hubungan signifikan antara karakteristik usia pengunjung dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek afektif. Selain itu, tingkat pendapatan juga berhubungan dengan efektivitas pada aspek afektif dan konatif. Namun, keterdedahan terhadap pesan bauran komunikasi pemasaran tidak menunjukkan hubungan signifikan .
    9. Kesimpulan dan saran:Kesimpulannya, komunikasi pemasaran yang dilakukan melalui word of mouth paling efektif dibandingkan media lain. Untuk meningkatkan efektivitas, disarankan untuk memperkuat media sosial dan memperbaiki frekuensi komunikasi untuk mencapai lebih banyak calon pengunjung dan meningkatkan pemahaman serta ketertarikan mereka

    ReplyDelete
  9. Ricky Fajar Adiputra (1121210082)October 9, 2024 at 3:42 PM

    1. Untuk mengevaluasi strategi bauran komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh pengelola Taman Wisata Alam Pananjung. Sebagai destinasi wisata alam yang berpotensi besar, dibutuhkan strategi komunikasi pemasaran yang efektif guna menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Bauran komunikasi pemasaran yang dievaluasi mencakup berbagai elemen seperti iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan langsung, dan pemasaran interaktif, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan citra dan jumlah pengunjung.
    2. Efektifitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
    3. rumusan masalah : menurun nya jumlah pengunjung di tempat wisata alam Pananjung dan perlu meningkatkan bauran komunikasi pemasaran
    4. ada 16 Pustaka di dalam nya yang merujuk pada beberapa referensi seperti buku, jurnal penelitian, skripsi, serta sumber dari internet
    5. Metode Kuantitatif digunakan untuk penelitian ini yang di dukung oleh data kualitatif. Teknik analisis yang digunakan meliputi Uji korelasi Rank Spearman dan uji Chi-square
    6. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden
    7. hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterdedahan bauran komunikasi pemasaran terhadap efektivitas bauran komunikasi pemasaran.
    8. hasil penelitian : mayoritas Pengunjung yang datang ke Taman Wisata Alam Pananjung berusia dewasa (30-50 Tahun. Hal ini disebabkan pada penelitian berlangsung mayoritas responden usia dewasa yakni 30-50 Tahunan adalah karyawan swasta dan ibu rumah tangga. Karyawan swasta datang berlibur dari rutinitas kerja bersama teman-temannya untuk refreshing ke tempat yang sejuk dan alami, sedangkan ibu rumah tangga datang menemani anak-anak dan keluarga berlibur. Sebanyak 67.5 persen pengunjung adalah perempuan karena banyak pengunjung anak-anak yang datang itu didampingi oleh ibunya dan pengunjung perempuan juga biasanya datang secara berkelompok dengan teman perempuan atau saudara perempuan lainnya.
    9. Kesimpulan & Saran : Mayoritas pengunjung mendapatkan informasi mengenai Taman Wisata Alam Pananjung adalah dari media komunikasi pemasaran word of mouth (WOM). Media WOM ini menjadi media yang paling efektif dalam menjangkau khalayak dibandingkan dengan media lainnya. Media dibuat semenarik mungkin agar khalayak yang menerima informasi dapat tertarik dan ingin mengunjungi Taman Wisata Alam Pananjung

    ReplyDelete
  10. Wisnu Kamulyan 1121210143October 9, 2024 at 3:42 PM

    1.Keberhasilan ekowisata di suatu daerah sangat bergantung pada seberapa besar dan
    gencarnya kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan
    pihak-pihak terkait. Komunikasi pemasaran yang efektif adalah aspek penting dalam
    keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Tujuan yang ingin
    dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk bauran komunikasi
    pemasaran, menganalisis efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif,
    afektif, dan konatif, menganalisis hubungan antara karakteristik pengunjung dan
    keterdedahan bauran komunikasi pemasaran dengan efektivitas
    2.Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, kecamatan Pangandaran, kabupaten Pangandaran,Jawa Barat​
    3.Masalah penelitian ini muncul dari fluktuasi jumlah pengunjung di Taman Wisata Alam Pananjung. Pengunjung mengalami peningkatan dan penurunan, yang diduga dipengaruhi oleh efektivitas bauran komunikasi pemasaran. Penelitian ini mengidentifikasi kurangnya pemahaman mengenai efektivitas strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola taman wisata tersebut, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui apakah komunikasi pemasaran yang dilakukan sudah efektif dalam menarik minat pengunjung​
    4.Penelitian ini menggunakan beberapa sumber pustaka yang relevan, termasuk buku, jurnal penelitian, dan sumber-sumber lainnya yang membahas ekowisata, bauran komunikasi pemasaran, perilaku konsumen, dan efektivitas komunikasi pemasaran. Beberapa referensi yang digunakan mencakup teori ekowisata oleh Damanik dan Weber (2006), komunikasi pemasaran oleh Kotler dan Keller (2009), serta beberapa studi lokal dan internasional terkait strategi komunikasi pemasaran​
    5.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Instrumen utama pengumpulan data adalah kuesioner untuk mengumpulkan data kuantitatif dari responden, sementara data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman untuk data ordinal dan uji Chi-Square untuk data nominal, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel karakteristik pengunjung dan keterdedahan terhadap bauran komunikasi pemasaran​
    6.Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan tujuan tertentu. Responden yang diambil adalah pengunjung yang sedang berada di Taman Wisata Alam Pananjung pada saat penelitian berlangsung. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 responden
    7.Hipotesis penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara karakteristik pengunjung (seperti usia, jenis kelamin, asal daerah, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan) serta keterdedahan terhadap bauran komunikasi pemasaran (frekuensi penerimaan pesan dan informasi penerimaan pesan) dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran dalam aspek kognitif, afektif, dan konatif
    8.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
    Ada hubungan signifikan antara usia pengunjung dan efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek afektif, serta antara tingkat pendapatan pengunjung dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek afektif dan konatif. Pengunjung yang lebih muda cenderung memiliki minat lebih besar terhadap kegiatan wisata yang ditawarkan, dan pengunjung dengan pendapatan lebih tinggi cenderung merasa biaya yang dikeluarkan terjangkau​
    9.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa:
    Usia dan pendapatan pengunjung berpengaruh signifikan terhadap efektivitas bauran komunikasi pemasaran. Pengunjung muda lebih tertarik (afektif), dan pengunjung berpenghasilan lebih tinggi cenderung melakukan tindakan nyata (konatif), seperti mengeluarkan biaya dan merekomendasikan wisata.

    Frekuensi dan informasi dari media pemasaran tidak memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi, artinya intensitas akses informasi tidak selalu mempengaruhi pengetahuan atau ketertarikan pengunjung

    ReplyDelete
  11. indah nurfadila 1121210127October 9, 2024 at 5:11 PM

    1.Resume dari hasil penelitian
    Penelitian menemukan bahwa bauran komunikasi pemasaran yang digunakan meliputi iklan (brosur, banner, website), pemasaran langsung (media sosial seperti Facebook, Instagram), dan pemasaran dari mulut ke mulut (WOM), dengan WOM sebagai metode paling efektif. Data menunjukkan bahwa efektivitas bauran komunikasi pemasaran dalam aspek kognitif, afektif, dan konatif sudah cukup baik, dengan hubungan signifikan antara usia dan pendapatan pengunjung dengan efektivitas pada aspek afektif dan konatif. Kesimpulannya, bauran komunikasi pemasaran cukup efektif, namun media sosial perlu ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak pengunjung. Penelitian ini juga memberikan saran agar pengelola lebih memperkuat media pemasaran lainnya dan menyusun pesan yang lebih jelas serta menarik.
    2.Apa Judul/topik penelitiannya
    efektivitas bauran komunikasi pemasara taman wisata alam pananjung ,kecamatan pangandaran,kabupaten pangandaran, jawa barat

    3.Apa masalah atau gap penelitiannya
    Pengunjung yang datang ke
    Taman Wisata Alam Pananjung setiap bulannya mengalami kenaikan dan
    penurunan, pada bulan Januari 2018 pengunjung yang datang berjumlah 3479,
    Februari 2018 sejumlah 1761 dan pada bulan Maret ketika penelitian berlangsung
    sejumlah 2042. Oleh karena itu, pihak Taman Wisata Alam Pananjung agar dapat
    meningkatkan jumlah pengunjung dan mampu mempertahankan eksistensinya
    memerlukan komunikasi pemasaran yang efektif.

    4.Berapa banyak tinjauan pustaka yang digunakan?
    tinjuan pustaka ini memiliki 17 literatur terkait ekowisata,komunikasi pemasaran,bauran komunikasi pemasaran,efektivitas komunikasi pemasaran dgn perilaku konsumen,karakteristik individu

    5.Metodologi penelitiannya bersifat kualitatif atau kuantitatif.  Tehnik analisa yang digunaka apa? 
    Metode penelitian yang digunakan ialah
    penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. pendekataan kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner sebgai alat pengumpul data, pengolahan data kuantitatif di lakukan dengan menggunkn spss dan pendekatan kualitatif menggunakan observasi dan wawancara mendalam kepada informan atau responden.

    6.Bagaimana metode samplingnya dan berapa banyak sample yang diambil
    pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 40 responden

    7.Tuliskan hipotesa yang digunakan
    dari hipotesis tersebut menyatakan di duga terdapat hubungan antara karakteristik usia dan pendapatan terhadap bauran komunikasi pemasaran

    8.Bagaimana hasil penelitiannya?
    Hasil penelitian menunjukkan
    bahwa terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pengunjung usia dengan
    efektivitas bauran komunikasi pemasaran aspek afektif dan karakteristik pengunjung
    pada tingkat pendapatan dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran aspek afektif dan konatif.

    9.kesimpulan dan saran
    Kesimpulan:
    Taman Wisata Alam Pananjung menggunakan bauran komunikasi pemasaran seperti iklan (brosur, banner) dan media sosial (Facebook, Instagram, website). Sebagian besar pengunjung mendapatkan informasi melalui word of mouth (WOM), yang paling efektif dalam menjangkau audiens. Meskipun WOM efektif, efektivitas keseluruhan komunikasi pemasaran terhadap kognitif, afektif, dan konatif pengunjung bervariasi dari sedang hingga tinggi.

    Saran
    1. Perlu memperluas bauran komunikasi pemasaran, tidak hanya mengandalkan WOM, agar bisa menarik lebih banyak pengunjung.
    2. Media sosial, khususnya Instagram, perlu dikelola lebih baik dengan konten menarik untuk meningkatkan daya tarik dan followers

    ReplyDelete
  12. Shinta Wulandari (1121210131)October 15, 2024 at 11:23 PM

    1.Resume hasil penelitian: Penelitian ini mengkaji efektivitas bauran komunikasi pemasaran di Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk bauran komunikasi pemasaran, menganalisis efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif, menganalisis hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterdedahan bauran komunikasi pemasaran dengan efektivitas komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pengunjung usia dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran aspek afektif dan karakteristik pengunjung pada tingkat pendapatan dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran aspek afektif dan konatif.
    2.Judul/Topik Penelitian: Efektivitas Bauran Komunikasi Pemasaran Taman Wisata Alam Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
    3.Masalah/GAP Penelitian: Penelitian ini berfokus pada seberapa efektif bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Taman Wisata Alam Pananjung. Salah satu masalah yang diidentifikasi adalah adanya fluktuasi jumlah pengunjung, yang diduga terkait dengan kekuatan pesan pemasaran yang digunakan.
    4.Jumlah Tinjauan Pustaka: Penelitian ini mencakup berbagai tinjauan pustaka (ada 15 tinjauan pustaka) mencakup teori ekowisata, komunikasi pemasaran, dan perilaku konsumen, serta rujukan pada peraturan terkait pengelolaan taman wisata.
    5.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, didukung oleh data kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman untuk data ordinal dan Chi-Square untuk data nominal.
    6.Metode Sampling dan Jumlah Sampel: Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan total 40 responden, yang merupakan pengunjung Taman Wisata Alam Pananjung.
    7.Hipotesis Penelitian: hubungan antara karakteristik pengunjung dan keterdedahan terhadap bauran komunikasi pemasaran dengan efektivitas komunikasi pemasaran dalam aspek kognitif, afektif, dan konatif.
    8.Hasil Penelitian: Penelitian menemukan bahwa karakteristik pengunjung seperti usia memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek afektif, dan tingkat pendapatan berhubungan dengan aspek afektif dan konatif. Sebagian besar pengunjung mengetahui taman ini melalui word of mouth (WOM) dan frekuensi penerimaan pesan dari media komunikasi pemasaran rendah.
    9.Kesimpulan dan Saran: Media WOM ini menjadi media yang paling efektif dalam menjangkau khalayak dibandingkan dengan media lainnya. Efektivitas bauran komunikasi pemasaran pada aspek kognitif, afektif, dan konatif sudah cukup efektif karena berada pada kategori sedang dan tinggi. Artinya pengunjung sudah menunjukan pengetahuan, rasa suka, dan tindakan nyata mereka terhadap Taman Wisata Alam Pananjung. Pengelola disarankan meningkatkan penggunaan media sosial dan memperbaiki pesan pemasaran untuk meningkatkan daya tarik pengunjung​

    ReplyDelete

Discussion forum 3 - 2025

  Topik Minggu ini; Studi Kasus Strategi Proses Jawablah pertanyaan (di WA Group) di kolom comment dibawah ini